Showing posts with label List. Show all posts
Showing posts with label List. Show all posts

Friday, 8 February 2019

Welkum MMLovers

Posted by Ty SakuMoto at 00:52 19 comments
WELCOME

Ini adalah blog yang memuat FFTK (Fan Fiksi Topeng Kaca) dengan admin Ty SakuMoto.

Peraturan untuk FF di sini masih sama. Baca WARNING dan RATING setiap cerita, dilarang kopi paste isi dimana saja, mengedit, mengubah, menggubah, memposting ulang sebagian atau seluruh isinya atau mengaku-ngaku karya (mengambil kredit) dari penulis yang ada di sini.

Klik judul yang mau dibaca pada list di bawah. Untuk kembali ke post ini,  klik
HOME yang berada di bawah page. 



Enjoy your stay :) 


++ LIST FANFICS (Klik judul yang mau dibaca):


+++ Serial (Cerbung) :

+++ One Shot (cerpen) :

+++ Fanfic dari Fans TK lainnya :

Saturday, 25 February 2012

The Owner of My heart 2

Posted by dina ( I ♥ Topeng kaca ) at 23:23 5 comments
  note : kissu missu +18 thn                  

                   My first kiss............
                                 is not first 

            Masumi berbicara dengan beberapa pengurus persatuan drama ketika menangkap sosok Maya yang masih mengenakan kimono Bidadari Merah ,Masumi terpesona hingga terdiam dan hanya memandang Maya ,demikian pula Maya seakan waktu berhenti berjalan dan terdiam memandang Masumi .
             Mata saling bertaut seakan berbicara tanpa suara ,tapi rasa rindu tersampaikan antara satu dengan lainnya ,seakan terisolasi dengan keadaan dunia luar hanya seorang yang penting keberadaannya dan berada diseberang sana saling memandang ,entah berapa lama mereka melakukannya ,karena keadaan tersebut terputus ketika Masumi dipanggil ketua persatuan drama . Sedangkan Maya dipeluk oleh Rei dan kawan kawan yang datang menonton .
            Tak jauh disana Koji mengamati keduanya dalam diam ,entah kenapa adegan tadi lebih mempengaruhinya daripada adegan yang dilihatnya di pelabuhan waktu itu ,ia tak pernah menduga perasaan Maya kepada Pak Masumi begitu dalam.Ia mendesah dan menjauh dari keramaian yang malah membuatnya merasa kesepian ini .
             Masumi mendengarkan telpon dari Hijiri laporan tentang perusahaan Takamiya .Seperti diduga Masumi perusahaan Takamiya tak sebagus yang diperlihatkannya .Bila dibiarkan Takamiya akan mengalami kehancuran ,hal itu bisa dimaklumi kakek Shiori memang pengusaha ulung seperti Eisuke bedanya Eisuke punya Masumi yang memiliki kemampuan mengurus perusahaan . Sedangkan Ayah Shiori sebenarnya memiliki kemampuan yang lumayan ,tapi sayangnya ia memiliki kelemahan yaitu Wanita cantik dan judi .Ia lebih lama berada di depan meja judi daripada kantornya dan selalu ditemani  wanita cantik.
             Sudah menjadi rahasia umum para artis mendekatinya agar diorbitkan ,itulah awal kehancuran Takamiya ,beberapa artis yang diorbitkan benar benar tidak sesuai standar hanya bermodalkan wajah cantik ,dan untungnya masih ada beberapa aktor atau artis yang memang berbakat itu yang menyelamatkan Takamiya.Dan sejak awal Masumi mengerti keluarga Takamiya hendak menyelamatkan perusahaan dengan menjadikan Masumi menantu dan bekerja di perusahaan Takamiya yang berada di awal kehancuran .
              "Tuan Masumi apa yang harus saya lakukan "kata Hijiri di seberang telpon , Masumi terdiam " amati saja dulu ,pastikan saja pihak perusahaan korea itu menerima penawaran kita ,lalu bagaimana dengan perusahaan yang berada di Amerika ?" tanya Masumi mendengarkan laporan Hijiri memberikan beberapa perintah ," Hijiri ,pastikan Maya aman ,aku tak peduli berapa biaya dan orang yang kamu perlukan untuk pastikan Maya aman ,aku tidak mempercayai keluarga Takamiya terutama Shiori " kata Masumi sebelum menutup telpon.
               Masumi mendesah melihat tumpukan dokumen di depan mejanya ,ia meraih kertas berisi laporan ,sambil melihat di layar monitor komputernya 









Masumi berusaha keras untuk berkonsentrasi ,tapi pikirannya kembali ke Maya dan kejadian tadi siang .Kerinduan akan Maya seakan akan tak terbendung lagi . Tanpa menghiraukan tumpukan dokument ,Masumi keluar dari kantornya.
              Maya membuka jendelanya ,Rei kembali pulang ke rumah orangtuanya ketika diberitahu bahwa ayahnya sakit . Kembali Maya merasa kesepian ,ia merasa kesepian , ia tersenyum mengingat kejadian tadi siang ,ia mendesah satu satunya alasan bahwa ia tidak 'melemparkan ' dirinya ke Pak Masumi karena banyak orang yang sedang berkumpul .
               Maya menegakkan kepala ketika menyadari sebuah mobil yang dikenali sebagai mobil Masumi berhenti di depan apertement nya dan Masumi keluar dari mobil ,ia bisa melihhat Maya yang sedang duduk di jendela,tapi hanya sebentar karena Maya langsung turun dan keluar dari apartemennya.
                Maya berhamburan memeluk Masumi,Masumi membalas memeluknya erat ' akhirnya .......aku bisa memeluknya lagi " pikir keduanya ,Tak ada yang bergerak ,mereka menikmati suasana ini .
                Akhirnya Masumi yang tersadar ,ia mengutuk dirinya ,sekali lagi ia merasa tidak dapat menahan diri .Ia menjauhkan badannya melihat Maya yang tersipu, Masumi tersenyum simpul yang membuat maya berdebar kencang karena senyuman itu membuat Masumi semakin tampan ." kamu belum tidur ,mungil ? tanyanya pada Maya . Maya menggeleng " aku tidak bisa tidur " ,Masumi merapikan rambut Maya dan menaruhnya di belakang telinga Maya dan bertanya " Memang temanmu belum tidur? " bisiknya sambil setengah membungkuk wajahnya tepat di depan wajah Maya.
    Melihat Masumi sedekat itu Maya menjadi gugup " tidak ....tahu ....eh maksudku ..ah ....Rei ...pulang ke rumah orangtuanya " Masumi sedikit terkejut " Kalau begitu kamu sendirian ?" Maya mengangguk . Entah mengapa tiba tiba sikap Masumi menjadi siaga ,ia mengamati sekeliling . Maya memandang Masumi dengan bingung " Pak Masumi ,ada apa ? " tanyanya . Tapi Masumi hanya tersenyum
                           " Aku dapat ide bagus ,bagaimana kalo kita jalan jalan ,aku yakin beberapa bulan ini kamu sibuk latihan " Maya mengangguk antusias . Bukan hanya jalan jalan yang membuatnya senang tapi waktu yang dihabiskan bersama Masumi yang membuatnya seperti melayang ke langit ke tujuh .
                      " Jadi .......dari sekian banyak tempat di Tokyo ,kamu malah memilih ke taman ini ? Ke ayunan ini ? " Tanya Masumi yang menopang wajahnya dengan tangan dan duduk di ayunan di sebelah Maya .Ia melihat Maya yang terlihat rileks di sampingnya dan mengayunkan ayunan tersebut pelan . Maya tertawa " aku suka ayunan,karena sibuk aku bahkan tak sempat datang ke ayunan ini "katanya sambil menoleh ke arah Masumi . Tapi ia malah melihat Masumi yang memandangnya dengan wajah muram .
                   Masumi duduk berlutut  di depan Maya yang masih berada di ayunan  ,ia teringat ketika kematian ibu Maya ,ia menemukan Maya dengan keadaan menyedihkan .Masumi tak pernah melupakan malam itu ."Maya ......aku ...." kata Masumi tapi belum selesai ia bicara maya menutup bibir Masumi dengan tangannya " jangan ...... aku mohon ......biarkan masa lalu tetap di masa lalu , karena tidak ada satu pun yang dapat  mengubahnya ....jadi ...biarkan saja " kata Maya pelan ,rupanya Maya mengerti apa yang akan diucapkan Masumi .
                    Masumi tetap terdiam ,mengambil tangan Maya yang menutup bibirnya dan menciumnya ,Maya merona ,tersipu dengan apa yang dilakukan Masumi ,Masumi mencium tangan maya kembali sebelum mendekatkan wajahnya  ke wajah Maya .Maya melihat permintaan tanpa suara itu dengan malu ia menganggukkan kepalanya sedikit.
    Tapi itu sudah cukup ,karena Masumi memegang dagu dengan tangannya yang bebas dan mencium Maya. Ciuman itu sebentar ,Masumi hanya menempelkan bibirnya ke bibir Maya .Kemudian ia menjauhkan sedikit wajahnya dari Maya ,mengamati Maya yang seperti bingung antara Malu dan ingin di cium kembali .Masumi nengamati bibir Maya yang setengah terbuka ,ia mengeluh sebelum mencium Maya .
                   Ia melepaskan tangan dan dagu Maya dan merengkuh Maya , mendekap nya dan merapatkan tubuh Maya ke tubuhnya sendiri  . Maya seakan tubuhnya melayang semua indranya tertuju hanya satu tempat ,di bibir dimana Masumi menciumnya .Masumi menciumnya seperti tiada akhir karena akhir sebuah ciuman merupakan awal ciuman yang lain .Dan yang hanya bisa dilakukan Maya adalah mendekap erat tubuh Masumi ,karena Maya tak ingin ciuman ini berakhir .
                                         ( bersambung )

The owner of My heart

Posted by dina ( I ♥ Topeng kaca ) at 01:05 9 comments
     note : kejadian diatas dan setelah Astoria                

                                      
 The owner of my heart 
Dina KD

                " Ah...pulau " kata Masumi ketika Astoria mendekati sebuah daratan ," Kita sudah diujung pelayaran kita akan kembali pulang " Masumi menunjuk ke arah daratan " itu  semenanjung Izu " kata Masumi kemudian kepada Maya yang berdiri di dekatnya ,Masumi memandang daratan dan bercerita " Di pesisir pulau itu ada 'tempat persembunyianku ' " Maya terkejut dan bertanya 
" tempat persembunyian ?" .
                  Masumi tersenyum sambil meneruskan ceritanya " tempat persembunyianku adalah sebuah villa , tempat dimana aku bisa bebas ,hanya beberapa penduduk lokal yang tahu ,bahkan ayah medkipun ada beberapa pengecualian " kata Masumi .
                  Maya memucat " Nona Shiori " ketika Masumi bahwa ada yang tahu tempat persenbunyian Masumi dan entah kenapa hal itu membuat Maya cemburu mengetahui bahwa Shiori ( si mak lampir berjambul ....>< ) mengetahui beberapa hal mengenai Masumi yang bahkan olehnya tidak diketahui .Hal itu membuat Maya terdiam .
                  Masumi menyadari Maya yang tiba tiba membisu dan bertanya " ada apa ? " tanyanya ke maya ,Maya segera menjawab '" tidak apa apa " lalu berusaha mengalihkan perhatian Masumi dengan bertanya "Villa itu tempatnya seperti apa "birunya laut terpantul di lautan pasific ......aku datang ke sana pada hari Minggu atau kapan pun saat aku ingin mendinginkan kepalaku .Berjalan telanjang di atas pasir putih hingga berbunyi ,pasirnya terasa agak dingin ....sangat menyenangkan berjalan diatasnya "
               Maya mendengarkan dengan asyiknya sesekali menimpali ,maya mengamati wajah masumi yang nampak lain dari biasanya ,tak lagi ada kesan dingin malah Masumi nampak santai .Tiba tiba Masumi bertanya "Kapan kapan maukah kau kesana denganku ?"  Maya begitu terkejut sehingga ia hanya memandang masumi sambil berpikir 'Eh ...Barusan pak masumi Bilang apa ? '
             Tapi Maya hanya melihat Masumi yang sedikit tersipu yang seakan ucapan yang ia keluarkan tidak disengaja (keprucut bahasa jawanya ,>< bahasa Indonesia nya apa ya ) .Masumi tersipu dengan tangan menutup mulutnya " Ah .....Tidak lupakan saja " kata Masumi yang masih canggung ,tapi kemudian Ia malah terkejut ketika Maya menjawab " Bolehkah ?" kata Maya " Ke tempat yang sangat penting bagi Pak Masumi ,bolehkan ?" tanyanya sekali lagi " Saya ingin berjalan diatas pasir putih ,melihat kepiting yang menyemburkan busa dan melihat bintang bintang dari teras " lanjutnya sambil tersenyum .
              Masumi masih nampak tersipu ketika bertanya  " apakah kau tidak keberatan ? Karena hanya ada aku sendiri ...." Maya terdiam dengan wajah memerah seperti tomat dalam hatinya dia berpikir ' Pak Masumi sendiri ! Hanya berdua saja dengannya di villa itu ",hatinya semakin berdebar saat iya menyadari sesuatu 'Pastinya aku tidak pulang malam itu ? Pasti ...... malam itu ......', Maya tidak berani membayangkannya ,setelah terdiam beberapa saat"Baiklah,sayapun akan datang sendiri pak Masumi .
              Masumi tertegun karena terkjut dan gembira ,ia memandang Maya lekat lekat diamati wajah kekasihnya yang bersemu merah lalu dengan suara setengah berbisik" Benarkah ?Tidak apa apa ? kata Masumi seolah meyakinkan dirinya sendiri " ya ,Pak masumi " kata Maya pelan sambil memandang Pak Masumi . Seakan akan terhipnotis mereka saling memandang dalam diam seakan merajut kata tanpa suara " Aku adalah dirimu yang satunya .......dirimu adalah diriku yang satunya ........"

                       Para penumpang mulai bangun dan beranjak menuju ke restauran ,tapi Maya dan Masumi tidak beranjak dari dek .Mereka menyadari pelayaran hampir berakhir walaupun ingin ,mereka sadar untuk berduaan kembali seperti ini di masa mendatang pasti sulit .Mereka berdua tetap di dek yang sepi dari pengunjung "sungguh aneh ya .......bersamamu aku merasa bebas ,aku merasa bisa melakukan apa pun tanpa berbohong."  Maya mendengarkannya " Usia kita berbeda 11 tahun,tumbuh dan besar di lingkungan yang berbeda ......tapi kenapa aku merasa nyaman ? Aku sendiri tidak mempercayainya ...." lanjut Pak Masumi . Maya tiba tiba menggeserkan badannya ,merapat ke tubuh Masumi dengan wajah kembali bersemu merah ,dan ternyata wajah Masumi juga tak kalah merahnya .Masumi meraih pundak Maya dan merangkulnya .Sama seperti Maya ,Masumi  pun ingin waktu berhenti .
                                                       ************************
                       Maya memandang keluar dari jendela kamar ,Rei sedang pulang ke rumah orang tuanya ,malam ini Maya sendirian di apertementnya yang kecil ,bukan karena Rei pergi ia merasa kesepian tapi karena ia tidak bisa bertemu dengan Masumi .Maya merasa gelisah rasa rindu di dada rasanya tak tertahan tanpa terasa dua butir air mata jatuh dari matanya .
                       Banyak yang terjadi Koji yang kecelakaan sedangkan pentas uji coba Bidadari Merah sebentar lagi ,tapi Koji sendiri memang pantang menyerah dalam beberapa hari ia mulai berlatih walau pun Maya tahu bahwa kaki kiri dan badannya pasti sakit semua .Dan karena kecelakaan itu Koji seperti memahami sesuatu tentang Isshin yang membuat Isshin nya semakin sempurna .
                     Maya memandang langit ,sepertinya langit pun tidak berpihak dengannya ,karena tak satu bintang terlihat ,dalam gundah Maya menutup jendela sambil berharap semoga ia memimpikan kembali Masumi dan dirinya di atas kapal Astoria,seperti yang terjadi hampir setiap malam 

                                      *****************
                       Besok hari terpenting buat Maya ,akhirnya ia akan menjadi Bidadari Merah ,ia berada lapangan  kosong  yang akan digunakan sebagai tempat pementasan . 'Khas Bu Mayuko ' desah Maya ,Maya dapat menebak bahwa hingga hari pementasan besok para pemain tak kan pernah tau apa seperti apa setting yang akan digunakan .
                      Maya tersenyum ketika melihat Ayumi dan Bu Utako berbincang bincang diujung ,Maya berjalan ke arah mereka dan menyapa keduanya .Maya dan Ayumi tidak nampak seperti bersaing ,malah seperti sahabat lama yang bertemu dan mengobrol . Beberapa kali tawa mereka keluar membuat paparazi dan wartawan tampak sibuk megabadikan moment tersebut.
                      Berbeda dengan bintang utama yang nampak akrab ,Koji dan pak Korunuma nampak berhadapan dengan Pak Onodera dan bintang veteran Akeme Kei yang nampak sedikit meremehkan Koji yang masih berjalan dengan sedikit pincang ." Eh ...nak ,kamu yakin bisa memerankan Isshin dengan kakimu seperti itu ?" dengan nada mengejek Akeme kei bertanya pada Koji .
                        Dasar koji bukannya merasa diejek iya malah tersenyum yang menambah ketampanan wajahnya ,bahkan beberapa artis dari pihak Onodera tampak terpesona dan mendesah tanpa sadar.Membuat Akeme Kei sedikit sadar dari segi fisik dia kalah dengan Koji dan sebagus apa pun ia berakting ia tidak dapat membangun cemestri dengan Ayumi yang notabene seumuran dengan putrinya ( udah tuwir sie ....jadi Ayumi rada males ......mungkin wajah akeme harus ditempeli foto Hammil ,biar Ayumi semangat ) . " Jangan kuatir Pak Akeme ,saya malah dalam kondisi prima untuk memainkan Isshin ,sebaliknya bapak jangan lupa minum obat kuat agar tidak kelelahan " kata Koji sambil memamerkan senyum terbaiknya .Pak Korunuma mengubah suara tawanya menjadi batuk batuk ketika melihat kedua orang yang ada di depannya melotot.Tanpa berkata apa apa keduanya beranjak menjauh.
                        Begitu mereka menghilang Pak korunuma memukul kepala Koji dengan Naskah yang dibawanya 'PLAK' .Dan Koji hanya bisa mengaduh sambil memegang kepalanya yang kena pukul " Apa yang kamu lakukan ,bagaimana juga kamu harus menghormati mereka karena mereka lebih tua dan mereka adalah seniormu !!"
                        "Jadi maksud bapak ,aku harus diam saja ,aku yakin bila diberi kesempatan ,mereka kan menghina habis habisan sepanjang pertemuan ,ini sepanjang siang atau bahkan sampe besok " kata Koji membela diri .Kemudian ia mencondongkan badan dan berbisik "Bukannya bapak yang tertawa tadi ? " Pak korunuma hanya bisa mendengus dan menarik Koji menuju tempat konfrensi press yang mulai dipadati orang orang .
                                                                ****************
note : ^^ mohon maaf untuk adegan pementasan sengaja saya skip .....terusterang nggak berani dialog yang penuh makna bisa hancur kalo yang nulis  jadi harap makhlum.

              Suasana di sekitar panggung masih sunyi .Para penonton masih terhipnotis dengan Bidadari Merah Ayumi yang sempurna menurut penonton .Bidadari Merah Ayumi nampak hidup karena keluwesan Ayumi dalam bergerak ,keangunan dan kecantikan Ayumi dan teknik yang dikuasai Ayumi benar benar hebat  . Ayumi memang 'berakting' dengan sempurna sebagai Bidadari Merah . Terlihat Pak Onodera yang nampak puas dan ia merasa yakin dengan Ayumi dan Akeme akan memenangkan hak pementasan Bidadari Merah.
               Maya bersiap ,Ia sudah menggunakan kostum Bidadri Merah , ia membiarkan dirinya menatap   cermin " Aku bidadari Merah .....Isshin  adalah Belahan jiwaku .......Mawar Ungu .....Pak Masumi ......lihatlah ....hari ini aku menjadi Bidadari Merah khusus untuk anda " sambil melangkah menuju panggung.
           *********Maya di panggung **********

              Kembali suasana sunyi bila tadi para penonton terhipnotis ,kali ini tidak hanya terhipnotis tapi juga sedih adegan diman Isshin menebang pohon plum yang merupakan jiwa dari sang kekasih menguras emosi penonton ,banyak yang menangis hingga tersedu sedu .Beda dengan Ayumi walau kesedihan tersampaikan tapi tak sedalam yang ditampilkan oleh Koji dan Maya .Cinta yang tak bersatu karena ada hal yang lebih penting ,mengorbankan diri untuk yang lain membuat penonton bersedih.
            Ayumi yang menonton ( mendengar karena matanya sakit/buta ) kembali merasa terkejut 'Maya setiap kali .....aku selalu merasa kalah olehmu 'pikirnya .Tapi Ayumi tetap tersenyum dan bertepuk tangan ketika para penonton akhirnya sadar dan bertepuk tangan sengan riuh .
             Masumi bertepuk tangan matanya nampak berbinar bangga terhadap Maya yang begitu menakjubkan saat memerankan Bidadari Merah. Maya nampak sangat cantik.Tidak hanya itu ia juga nampak anggun setiap kali ia bergerak seperti pohon plum yang bergoyang tertiup angin .Bahkan  penonton seakan dapat mencium harumnya bunga plum setiap kali Maya bergerak .
            Masumi sedikit cemburu karenaKoji dan Maya berakting seperti sepasang kekasih yang benar2 jatuh cinta .Beberapa kali Maya tersenyum ke arah penonton dan Masumi berharap senyum itu untuk dirinya               
              Di ujung ,tampak Shiori duduk dengan muka pucat pasi dan tangan terkepal ,di salah satu tangannya masih terbungkus dengan perban . Ia dapat melihat reaksi Masumi dari tempat ia duduk .Dan tadi ia juga melihat betapa sempurnanya akting Maya .Membuat  ia semakin membenci gadis bertubuh mungil itu .
    Apalagi ia juga tahu ,beberapa kali kakeknya mendesak agar pernikahan segera dilangsungkan dan beberapa kali pula Masumi menolaknya .Dan Shiori yakin hal itu pasti karena Maya . " ini tak boleh dibiarkan " kata Shiori dalam hati " aku harus mencari cara agar Masumi menjauhi gadis itu " Ia berjalan kluar dengan lesu .
                                       ( bersambung )
 

An Eternal Rainbow Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting